‘Menyatu’ dengan Alam di Bukit Lawang

Bukit Lawang menjadi andalan wisata alam di Leuser. Selain memiliki daya tarik satwa langka Orangutan Sumatra semi liar dan panorama hutan hujan tropis, Bukit Lawang juga dikenal sebagai Pusat Pengamatan Orangutan Sumatra.

Wisata alam ini, berada di Desa Perkebunan Bukit Lawang, Bahorok Langkat Sumatera Utara. Areal ini memiliki luas 200 hektar.

Pada awalnya Bukit Lawang merupakan pusat rehabilitasi orangutan. Namun seiring dengan perkembangannya, daerah ini berkembang menjadi Pusat Pengamatan Orangutan Sumatra atau Viewing Centre.

Saat ini Bukit Lawang menjadi obyek wisata andalan di Sumatera Utara yang ramai dikunjungi wisatawan nusantara dan mancanegara.

Mencapai Bukit Lawang dapat ditempuh dengan perjalanan darat dari Kota Medan Sumatera Utara. Dilanjutkan melewati Kota Binjai dengan kendaraan umum melalui terminal bus Pinang Baris Medan. Dapat juga ditempuh menggunakan kendaraan pribadi dengan waktu tempuh sekitar 2,5 jam dari Kota Medan.

Fasilitas di Bukit Lawang meliputi pondok-pondok wisata bernuansa alami dengan tarif bervariasi antara Rp. 100.000 sampai dengan Rp. 500.000 per malam. Fasilitas wisata lainnya yang tersedia berupa restoran, camping ground, feeding site, dan sampan penyeberangan menuju kawasan Leuser.

Bagi traveler yang suka kegiatan outdoor, banyak kegiatan menarik di lokasi wisata alam tersebut, diantaranya trekking (tracking). Bentangan alamnya sangat menantang. Hutan hujan tropis yang masih lebat dan asri, serta jalan yang berbukit pastinya akan melatih otot pernapasan.

Dalam kawasan Taman Nasional Gunung Leuser itu, pengunjung bertemu dengan fauna endemik seperti Orang Utan Sumatra, Harimau Sumatra dan juga Badak Sumatra. Jika beruntung, pengunjung bisa melihat Beruang Madu yang ternyata hobi sekali memakan buah-buahan.

Tubing juga menghadirkan sensasi yang berbeda. Bagi yang bernyali besar, beroleh tantangan untuk menaklukkan derasnya aliran air sungai Bohorok tanpa menggunakan pelampung. Tentunya kegiatan ini berbeda dengan arung jeram.

Caving juga menjadi sensasi tersendiri. Berjalan kaki dari pintu masuk Bukit Lawang Sumatera, ada Goa yang diberi nama Goa Kelelawar. Goa ini memang menjadi habitat ribuan kelelawar. Goa ini dihiasi dengan ornamen khas seperti stalagmit yang ukurannya besar-besar.

Sensasi ‘menyatu’ dengan alam, dapat dirasakan di objek wisata yang kerap menjadi turis mancanegara ini. (***)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*