Bupati Batubara, Zahir: Siswa Itu Tanggungjawab Kita

Bupati Kabupaten Batubara, Ir.Zahir, M.AP mengatakan, keberadaan siswa merupakan tanggungjawab semua pihak, termasuk di dalamnya guru, orangtua dan masyarakat. Negara memberikan perlindungan penuh kepada siswa dari berbagai aspek negatif yang berkembang di masyarakat.

“Siswa dan pelajar merupakan pewaris setiap jengkal tanah di negeri ini. Pemerintah sebagai penyelenggara negara, juga turut memberikan perhatian terhadap masa depan dan perkembangan mental serta pendidikan moral anak-anak kita semua,” kata Bupati Zahir, di Lapangan Bola Kaki Kelurahan Lima Puluh usai mengikuti upacara Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2019, di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batubara, Selasa (01/10/2019).

Menjawab pertanyaan awak media, terkait aksi unjukrasa siswa dan pelajar, di depan Kantor Bupati Batubara, Senin (30/09/2019), Zahir mengaku merasa prihatin. Dia berharap, semoga hal seperti ini tidak terlalu, di Kabupaten Batubara Tanah Bertuah.

Zahir memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kapolresta Batubara sejajarkan, yang melakukan pengawalan terhadap aksi unjukrasa tersebut, sehingga berlangsung tertib.

Dia juga mengungkapkan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, sudah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2019 tentang Pencegahan Keterlibatan Peserta Didik Dalam Aksi Unjukrasa Berpotensi Kekerasan.

“Poiin penting dalam Surat Edaran tersebut adalah, perlindungan siswa dari berbagai macam tindak kekerasan atau berada di dalam lingkungan di mana ada kemungkinan mengancam jiwa yang bersangkutan”, ujarnya.

Zahir juga merinci berbagai peraturan terkait perlindungan terhadap siswa dan pelajar. Pertama,Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014, yang dalam Pasal 15 (huruf d) menyatakan, setiap anak didukung untuk mendapatkan perlindungan dari pelibatan dalam peristiwa yang mengandung unsur kekerasan.

Kedua, Peraturan Mendikbud Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan. Di dalam Pasal 8 ayat (1) huruf c menyatakan bahwa, satuan pendidikan wajib menjamin keamanan, keselamatan, dan kenyamanan bagi peserta didik dalam pelaksanaan kegiatan atau pembelajaran di sekolah maupun kegiatan sekolah di luar satuan pendidikan.

Ketiga, Peraturan Mendikbud Nomor 30 Tahun 2017 tentang Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan yang dalam Pasal 8 ayat (1) huruf a dan huruf b menyatakan, pihak keluarga berperan mencegah peserta didik dari perbuatan yang melanggar peraturan satuan pendidikan dan/atau yang mengganggu ketertiban umum dan mencegah terjadinya tindak anarkis dan/atau perkelahian yang melibatkan pelajar.

“Siswa itu masih tanggung jawab kita (guru dan orangtua serta masyarakat), karena menurut undang-undang statusnya masih sebagai warga negara yang dilindungi. Belum dewasa, belum bisa mengambil keputusannya sendiri,” tambahnya.

Di tempat terpisah Plt. Kadisdik Batu Bara, Ilyas Sitorus berharap seluruh elemen masyarakat Tanah Bertuah, menyambut baik ajakan Bupati Zahir dalam mengawasi dan melindungi peserta didik, khususnya menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, yang berlangsung bulan Oktober ini.

Ilyas juga berharap, seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Batubara turut membantu para siswa dan pelajar untuk bijak dalam menggunakan teknologi internet, khususnya memanfaatkan sosial media.

“Jangan sampai anak-anak kita terhasut isu hoax, maupun terpapar pemahaman yang bertentangan dengan nilai-nilai moral Pancasila dan UUD 1945”,ujar mantan Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Pemprov Sumut ini.(***)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*