Pencegahan Stunting Harus Libatkan Elemen Masyarakat

Tokoh masyarakat Sumatera Utara, H.Muchrid Nasution, SE mengatakan, keterlibatan seluruh elemen masyarakat merupakan sebuah kebutuhan, dalam upaya mengatasi persoalan stunting.

“Pemerintah tidak akan mampu melakukan hal ini sendiri, tanpa keterlibatan elemen masyarakat maupun para pemangku kepentingan lainnya. Apalagi, persoalan stunting menyangkut pertumbuhan generasi unggul di Indonesia, sehingga juga menjadi tanggungjawab masyarakat”,ujarnya.

Di Sumatera Utara, lanjutnya, angka stunting cukup tinggi, mencapai angka 32,4 persen. Angka ini di atas persentase nasional, sebesar 30,8 persen. Meskipun sejatinya persoalan stunting menjadi tanggungjawab pemerintah, namun keterbatasan anggaran menyebabkan upaya pencegahan tidak akan berjalan sesuai harapan.

“Banyak faktor yang mempengaruhi persoalan stunting. Ini dimulai dari janin masih dalam kandungan, hingga 1.000 hari pertama masa kehidupan. Selain soal asupan gizi, faktor pola hidup dan kebersihan lingkungan, juga mempengaruhi. Makanya butuh peran aktif elemen masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk mengatasi persoalan ini”, ujarnya.

Muchrid menyebutkan, di Sumatera Utara banyak berdiri organisasi dan lembaga yang bersentuhan langsung dengan kepentingan-kepentingan masyarakat. Dia berharap, organisasi dan lembaga ini, turut turun tangan membantu persoalan stunting.

Mantan Ketua KNPI Kota Medan ini, juga memberikan apresiasi kepada Lions Club yang turut memberikan perhatian terhadap persoalan stunting di Sumut.

Sebelumnya, Gubsu Edy Rahmayadi menegaskan, Pemprov Sumut saat ini fokus mengatasi persoalan stunting.

Edy Rahmayadi mengungkapkan hal itu, saat menghadiri acara Bakti Sosial Dinas Kesehatan Provinsi Sumut dan Kota Medan yang turut didukung Lions Club Indonesia, yang mengusung tema “Cegah Stunting Itu Penting”, di Aula Kantor Kelurahan Belawan I, Jalan Deli Nomor 1, Belawan, Kota Medan, Minggu (27/10/2019).

“Untuk tahap awal Pemprov Sumut akan memfokuskan untuk memperkecil kejadian stunting lalu menyembuhkannya. Kita akan berkolaborasi dengan beberapa stakeholder untuk memperbaiki gizi pada ibu hamil, dan 1.000 hari pertama kehidupan sejak kandungan sampai usia dua tahun,” ucap Gubernur.

Melalui Dinas Kesehatan, Pemprov Sumut akan mendata jumlah penderita stunting di Sumut. “Kita akan mendata yang benar, kita akan cari tahu apa penyebabnya, karena penderita stunting dari tiap-tiap kabupaten tidak bisa kita samakan penanganannya, karena pasti berbeda beda penyebabnya,” tambah Edy Rahmayadi.(***)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*