Dugaan Pungli di Disdik Medan, LIRA Apresiasi Polrestabes

Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat (DPD LSM LIRA) Kota Medan, memberikan apresiasi kepada Polrestabes Medan, yang menyetujui melakukan tanya jawab terkait pungli terhadap para Kepala SMPN.

“Satreskrim Polrestabes Medan, mempertanyakan dugaan kasus pungli di Lingkungan Dinas Pendidikan Medan. Tentunya hal ini akan mendapat apresiasi dan dukungan dari berbagai pihak, agar kejadian yang sama tidak terulang ”, ujar Wakil Walikota LSM LIRA Medan, Yopie Heri Irwansyah Batubara, SE, Senin (20’07 / 2020).

Kasus dugaan Pungli terhadap para Kepala Sekolah SMP Negeri ini, lanjut Yopie, sangat menarik, karena ada upaya terstruktur dan massif.

“Para saksi (Kepala Sekolah-red), berdasarkan info yang kita peroleh, memberikan keterangan bahwa mereka melakukan pembayaran hutang kepada salah seorang Kepala Sekolah selaku pengumpul dana pungli tersebut”, ujar Yopie.

Ironinya, tambah Yopie, jika memang benar hal tersebut sebagai pembayaran utang, maka dana tersebut dikeluarkan untuk Kepala Sekolah. DPD LSM LIRA Kota Medan, mendapat informasi dana sebesar Rp2.350.000 tersebut, disetujui oleh oknum.

“LIRA Kota Medan meyakini, pihak penyidik akan melakukan kerja profesionalnya guna membongkar kasus tersebut. Bisa saja, misalnya, dengan melakukan pengambilan keterangan mendalam terhadap Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Ariefuddin dan Sekretraris MKKS Bambang Sudewo. Patut diduga, kedua oknum ini mengetahui secara persis kasus tersebut”,ujarnya.

Sebelumnya, berdasarkan informasi yang diperoleh LSM LIRA Kota Medan, kutipan terhadap masing-masing Kepala Sekolah sebesar Rp2.350.000. Peruntukannya, Rp. 2 juta untuk biaya sosialisasi aplikasi PPDB online dan Rp. 350 ribu untuk biaya pembuatan spanduk di depan sekolah.

Modusnya, dengan cara mentransfer dana sebesar Rp 2.350.000 tersebut ke Rekening Nomor: 52960101604xxx (Bank Rakyat Indonesia). Rekening penampung tersebut merupakan milik salah seorang Kepala SMP Negeri. Ada juga yang mentransfer Rp 2 juta dan Rp 350 ribunya tunai. Namun, ada juga yang memberikan uang tunai “,”.

“DPD LSM LIRA Kota Medan benar-benar meyakini, para Kepala SMPN ini hanya menggunakan dana dan menyalurkan dana tersebut. Tentunya ada aktor intelektual di balik dugaan pungli ini, dan LIRA berkeyakinan penyidik ​​sudah dapat membacanya “, ujar Yopie. (***)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*