LIRA Yakin PTPN3 Menjadi Perusahaan Klas Dunia

Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat (DPP LSM LIRA) memiliki keyakinan PT Perkebunan Nusantara3 (PTPN3) beraih sukses untuk menjadi perusahaan berklas dunia. Setidaknya, hal ini tergambar dari kinerja manajemen yang mampu mencetak laba, di tengah fluktuasi harga sawit yang terus menurun, kurun waktu 2017-2019.

Presiden LSM LIRA, Drs.HM. Jusuf Rizal,SE, MSi mengungkapkan, kemampuan dan kesungguhan manajemen PTPN3 dalam mengelola bisnis tentunya patut mendapat apresiasi, meskipun harga CPO/Kg terus mengalami penurunan harga dari tahun ke tahun.  Tahun 2017 dengan harga rata-rata CPO/Kg berada di titik Rp. 8.385,- kemudian turun d itahun 2018 hingga mencapat Rp. 7.386,- berlanjut ke angka Rp. 6.938 di tahun 2019.

“Patut mendapat apresiasi, karena pada saat itu juga, selama tiga tahun tersebut PTPN III Operasional mampu mencatat laba diatas Rp.1 triliun setiap tahunnya. Tahun 2017 mampu mencatatkan perolehan laba setelah audit sebesar Rp1,395 T, 2018 sebesar Rp1,266 T dan 2019 sebesar Rp 1,032 T”,ujar Jusuf Rizal melalu Press Releasenya, Jumat (17/07/2020).

Capaian ini, lanjut Jusuf Rizal, tentunya tidak dapat dilakukan dengan cara yang mudah, jika seluruh unsur PTPN3 tidak menerapkan prinsip-prinsip yang baik dalam mengelola perusahaan. Kemauan dan usaha yang keras seperti inilah, yang akan menjadikan PTPN3 bakal menapak ke perusahaan bisnis klas dunia.

Sebagai LSM yang memegang teguh prinsip “Mendengar, Melihat dan Berbuat”, Jusuf Rizal mengaku menginstruksikan jajarannya yang ada di Sumatera Utara, khususnya Medan guna menggali informasi yang melatarbelakangi PTPN3 menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tangguh.

“Poin penting dari penelusuran informasi tersebut, bahwa PTPN3 memberlakukan apa yang disebut dengan Code Of Corporate Governance (CCG). Perusahaan besar dan modern, memang harus melaksanakan ini, jika memang berkeinginan meraih kesuksesan. CCG inilah yang menjadi panduan bagi manajemen dalam mengelola perusahaan, sekaligus memberi gambaran objektif dan transparan kepada seluruh stakeholder:,ujarnya.

Jusuf Rizal menyebutkan, ada sejumlah poin penting perlunya BUMN mengerapkan CCG, diantaranya agar terwujudnya tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). Sedangkan GCG juga memiliki tujuan, mengoptimalkan nilai perusahaan agar perusahan memiliki daya saing yang kuat baik di tingkat nasional maupun internasional.

Selain itu, tujuan GCG meningkatkan kontribusi perusahaan dalam perekonomian nasional dan meningkatkan iklim investasi nasional, termasuk juga melaksanakan seluruh aktivitas perusahaan yang berwawasan lingkungan. “LIRA meyakini PTPN3 sudah melakukan hal tersebut, sehingga tercatat sebagai BUMN yang mampu bertahan di tengah krisis global dan terus memberikan kontribusinya”,ujarnya.

Terpisah, Walikota LSM LIRA Kota Medan, Drs Sam’an Lubis menyebutkan, dalam sistem perekonomian, peranan BUMN sebagai pelaku ekonomi berlaku secara nasional. Tujuan didirikanya BUMN adalah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, serta memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai sector yang ada.

LSM LIRA Kota Medan, lanjut Sam’an, melihat ada keinginan kuat manajemen untuk untuk tetap berada pada jalur GCG dengan cara memberlakukan pedoman yang merupakan standar prilaku bagi seluruh individu dalam beraktivitas, baik di dalam maupun di luar lingkungan perusahaan, yang disebut Code Of Conduct (COC).

COC PTPN3 ini, lanjut Sam’an, memang sejalan dengan tuntutan perusahaan berskala besar dan modern. Tujuannya, agar seluruh pihak di BUMN tersebut dapat berpegang teguh kepada GCG dalam melaksanakan aktivistas perusahaan.

Sam’an menambahkan, pencapaian kerja yang baik PTPN3 saat ini, sebagai wujud kemampuan manajemen dalam pengendalian biaya oreasional yang efektif dan efisien. Hasilnya, dalam situasi tantangan bisnis yang cukup berat saat ini, PTPN3 masih mampu mencatatkan laba.

“Walaupun capaian PTPN3 sudah cukup baik saat ini, namun perusahaan tidak boleh berpuas diri, karena perusahaan harus tetap melakukan inovasi dan improvisasi menuju optimalisasi operational excellent dan efektivitas biaya. Harus ada penyempurnaan selalu dilakukan di setiap kesempatan”,ujarnya.

Sam’an juga berharap setiap perubahan yang dilakukan oleh manajemen dapat melibatkan stakeholders dari luar perusahaan.  Pemahaman dan pengertian dari seluruh teman-teman stakeholders eksternal menjadi penting agar tetap bisa bersinergi dengan perusahaan.

DPD LSM LIRA Kota Medan, lanjut Sam’an, juga memberikan apresiasi terhadap seluruh jajaran manajemen PTPN III, yang menunjukkan kehadirannya di tengah-tengah masyarakat pada masa pandemi Covid19 .”Bantuan sembako, APD dan sebagainya kepada masyarakat, tentunya patut mendapat apresiasi, karena telah berupaya meringankan beban masyarakat terdampak sosial Covvid19”,ujarnya.

Sam’an juga menambahkan, LSM LIRA Kota Medan juga memberikan apresiasi terhadap PTPN3 yang konsisten melaksanakan Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) kepada masyarakat.

“Memberikan bantuan modal kerja kepada UMKM  dan bentuk kepedulian lainnya terhadap masyarakat, merupakan wujud kontribusi PTPN3 terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan Namun LIRA berharap, pada masa new normal CSR lebih diarahkan kepada program-program ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat”,ujarnya.

Nilai-nilai AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmoni, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif) PTPN3 sebagaimana telah ditetapkan sebagai core values  oleh Menteri BUMN, lanjut Sam’an, diharapkan dapat memberikan andil keterpurukan ekonomi masyarakat akibat pandemi Covid19.(***)

 

 

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*