LIRA Yakin Kejatisu Usut Tuntas Kasus Dana Covid19 di BPBD Medan

Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat (DPD LSM LIRA) Kota Medan, meyakini pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), mengusut tuntas dugaan korupsi dana Covid19, di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan.

“Kejatisu memiliki banyak SDM (Sumber Daya Manusia) yang handal dan profesional. Aneh rasanya, jika LIRA tidak meyakini Kejatisu memiliki kemampuan membongkar dan membawa kasus dugaan korupsi ini ke pengadilan”,ujar Wakil Walikota LSM LIRA Kota Medan, Yopie Heri Irwansyah Batubara SE, Selasa (21/07/2020).

Setidaknya, lanjut Yopie, ada 10 sampai 14 dari 18 paket kegiatan terkait penanganan Covid19 di BPBD Kota Medan, yang patut dilakukan penelusuran mendalam oleh penyidik. Tentunya hal ini perlu bekerja ekstra keras serta dukungan moral dari berbagai elemen masyarakat.

Yopie menambahkan, dalam upaya penanganan Covid19 di Kota Medan, BPBD menganggarkan belanja sebesar Rp 11,8 M, yang berasal dari APBD TA 2020. Dana tersebut tersebar dalam 18 paket kegiatan.

“Beberapa diantara paket tersebut, ada yang bersifat swakelola. Misalnya, untuk uang lelah petugas Rp 900 juta, sosialisasi penanganan Covid19 ke Kecamatan Rp 250 juta dan biaya mobilisasi (pembelian BBM) Rp 100 juta”, ujarnya.

Namun, lanjut Yopie, ada juga paket kegiatan melalui pihak ketiga. Contohnya, pengadaan cairan disinfektan Rp 2,5 M, pengadaan alat semprot disinfektan Rp 1,9 M, pengadaan hand sanitizer Rp 1,5 M, pengadaan masker Rp 700 juta dan sejumlah kegiatan lainnya.

“Patut diduga, harga satuan masing-masing kegiatan terjadi penggelembungan atau mark-up, hingga 100 persen. Terkait hal ini, penyidik telah meminta keterangan dari sejumlah pejabat di lingkungan BPBD Kota Medan”, ujarnya.

Berdasarkan informasi yang masuk ke DPD LSM LIRA Kota Medan, lanjut Yopie, sejumlah pejabat di BPBD Kota Medan, yang telah memberikan keterangan di Kejatisu yakni, NW, RWS dan Ram.

“Belum diperoleh informasi apakah Kepala BPBD Kota Medan, Arjuna Sembiring sudah memberikan keterangan. Namun, Arjuna sempat mendapat undangan dari Polrestabes Medan. Undangan tersebut berkaitan dengan tugas pengawasan unit Tidpikor Sat Reskrim Polrestabes Medan terhadap penggunaan dan penyaluran dana Covid19”, jelasnya.

Meskipun demikian, lanjut Yopie, pihaknya terus melakukan pemantauan terkait penyelidikan dan penyidikan dugaan korupsi dana Covid19, sebagaimana instruksi DPP LSM LIRA.(***)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*