Anak Buah Benny Iskandar Bangun Sarana Futsal di Bawah SUTET

Sri, oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan, nekat membangun sarana olahraga futsal, di bawah Saluran Udara Ekstra Tinggi (SUTET).

“Bangunan sarana futsal tersebut, persis di bawah SUTET Jalan Kanal, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas”,ujar Camat LSM LIRA Medan Amplas, Dermawan, Kamis.(07/05/2020).

Direktorat Jenderal Ketenagalitrikan Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), ujar Dermawan, menerbitkan Peraturan Menteri Nomor 18/2015 tentang ruang bebas dan jarak bebas minimum pada SUTET.

“Mengapa Dirjen Ketenagalistrikan menerbitkan aturan itu, karena sesungguhnya aliran listrik bertegangan tinggi berbahaya bagi kesehatan. Maka, harus ada jarak bebas minimum antara SUTET dengan bangunan”,ujar Dermawan.

Jika melihat fisiknya, lanjut Dermawan, SUTET di Jalan Kanal memiliki batas ruang dan jarak sekira 25 meter kiri/kanan. Sedangkan bangunan futsal milik Sri, persis di bawah SUTET.

Dermawan mengaku sudah mempertanyakan hal ini kepada Sri. Namun anak buah Kadis PKPPR, Benny Iskandar itu justru menjawab tidak ada masalah. “Tidak masalah membangun di bawah SUTET. Banyak masyarakat lainnya melakukan itu”ujar Sri sebagaimana ditirukan Dermawan.

Sri, menurut Dermawan, mengaku bangunan futsal miliknya tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). “Sri mengatakan, membangun sarana dan prasarana olahraga tidak memerlukan IMB. Inikan pemikiran yang aneh, dan tak patut dicontoh ASN di lingkungan Dinas PKPPR Medan”, ujarnya.

Anehnya lagi, Sri mencoba membenturkan LSM LIRA Kecamatanedan Amplas dengan salah seorang petinggi Ormas. “Aku laporkan kau sama si…nanti ya. Jangan macam-macam”,ancam Sri.

Dermawan mensinyalir, nekatnya Sri melakukan hal tersebut, karena mendapat dukungan dari Kadis PKPPR, Benny Iskandar. “Aneh rasanya, orang yang paham aturan membangun justru terkesan menabrak aturan. Bisa saja sinyalemen muncul, prilaku seperti itu mendapat dukungan dari atasan”,ujar Dermawan.

Agar tidak muncul sinyalemen negatif, Dermawan meminta kepada Kadis PKPPR Benny Iskandar, segera mengambil tindakan tegas terhadap bangunan futsal tersebut dan pemiliknya.(***)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*