Ini dia, Proyek Bermasalah di Dinas Ketahanan Pangan Sumut

Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, ternyata menyimpan sejumlah kegiatan bermasalah yang cenderung melanggar ketentuan serta aturan yang berlaku.

Berdasarkan penelusuran SumutDaily, beberapa kegiatan tersebut diantaranya, Pengadaan Ternak Sapi Perah Kegiatan Penyediaan Benih dan Bibit serta Peningkatan Produksi Ternak, dengan pagu Rp 540 juta, dengan sumber dana APBN TA 2019.

Ironisnya, meskipun kegiatan tersebut bernilai lebih Rp 200 juta, namun pekerjaan tersebut justru tidak melalui proses lelang.

Meskipun kegiatan tayang di laman LPSE Sumut, namun pihak Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, justru melakukan proses Penunjukan Langsung (PL).

Berdasarkan informasi pada halaman LPSE Sumut, rekanan berkontrak terhadap pekerjaan ini adalah CV Rury Ariska, dengan harga penawaran Rp 526.437.500.

Kondisi ini tentunya bertentangan dengan Perpres No 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa. Selain itu, Penunjukan Langsung kegiatan tersebut, tidak memenuhi persyaratan sebagaimana Pasal 38 (ayat 5).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, Azhar Harahap selaku Pengguna Anggaran (PA) tidak memberikan tanggapan saat SumutDaily mengkonfirmasikan masalah ini.

Permasalahan lainnya adalah kegiatan Belanja Hibah Barang yang akan Diserahkan kepada Masyarakat (Kegiatan Penanganan Gizi Buruk di Daerah Rawan Pangan). Kegiatan yang memiliki Pagu Rp 1.080.750.000 bersumber dana dari APBD 2019.

Ketua LSM Barapaksi, Otti Batubara mengaku sudah mencaritahu dengan pihak-pihak terkait dengan kegiatan tersebut di Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan.

“Pemenang pekerjaan adalah CV CIPTA KARYA NUSANTARA, dengan penawaran Rp 970.293.500. Namun, meskipun kontrak telah ditandatangani, pekerjaan tersebut belum juga dilaksanakan”,ujar Otti Batubara, Selasa (24/12/2019).

Tahun Anggaran 2019, lanjut Otti, tinggal sepekan lagi. Sisi lain, pekerjaan tersebut belum juga terlaksana. Tentunya kondisi ini bertentangan dengan prinsip-prinsip pertanggungjawaban anggaran.

“Bagaimana mungkin kegiatan ini menjadi beban belanja pada APBD TA 2020”, ujarnya.

Otti menengarai, pembayaran terhadap hasil pekerjaan sudah direalisasikan. “Ada kecurigaan, pembayaran mendahului pekerjaan. Meskipun demikian, kita akan menelusuri guna membuktikan kecurigaan tersebut”, ujarnya.(***)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*