Komisi A Pertanyakan Kredibilitas Budi Utomo Pimpin Bank Sumut

Ketua Komisi A DPRD Sumut, Muhri Fauzi Hafiz mempertanyakan kredibilitas Muchammad Budi Utomo sebagai Dirut PT Bank Sumut, karena hingga saat yang bersangkutan belum mendapat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memimpin BUMD milik Pemerintah Daerah tersebut.

“Hingga saat ini, belum ada informasi terkait persetujuan OJK terhadap Budi Utomo sebagai Direktur Utama PT Bank Sumut. Padahal RUPS pengangkatan dirinya, sejak April 2019”, ujar Muhri Fauzi Hafiz, Kamis (20/6/2019).

Sebagaimana Peraturan OJK No 27/POJK.03/2016, menurut Muhri Fauzi, Budi Utomo tidak boleh melakukan tindakan apapun juga berkaitan dengan tugas-tugas sebagai Direktur Utama PT Bank Sumut.

“Budi Utomo tidak dibenarkan melakukan tindakan apapun terkait tugas-tugas sebagai direksi, karena hal tersebut berimplikasi terhadap pelanggaran hukum dan undang-undang yang berlaku”, ujarnya.

Apabila hal ini terus berlanjut, lanjut politisi Partai Demokrat ini, sebagaimana Peraturan OJK No 27/POJK.03/201, PT Bank Sumut terancam pencabutan izin usaha. “Kondisi ini tentunya dapat merugikan rakyat Sumatera Utara”, ujarnya.

Muhri Fauzi menengarai, kondisi ini terjadi akibat Pemegang Saham Pengendali (PSP) terlalu memaksa keinginannya untuk mendudukkan Budi Utomo. Hal ini terlihat sejak masuknya Budi Utomo sebagai Komisaris Nonindependen, kemudian PLT Dirut dan terakhir mengajukan yang bersangkutan sebagai calon tunggal Dirut.

“Indikasi pemaksaan kehendak tersebut sangat terlihat. Padahal, Budi Utomo bukan satu-satunya sosok yang mampu memimpin PT Bank Sumut. Seleksi tidak dilakukan, meskipun banyak dari dalam PT Bank Sumut, yang kemampuannya melebihi Budi Utomo”, ujarnya.

Sebagaimana Peraturan OJK No 27/POJK.03/201, lanjut Muhri Fauzi, harus digelar RUPS pembatalan pengangkatan Budi Utomo sebagai Dirut PT Bank Sumut. “Apa boleh buat, jika belum ada izin dari OJK, pengangkatan Budi Utomo harus dibatalkan. Jangan sampai bank kebanggaan Sumut itu terkena sanksi”, ujarnya.(***)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*