LIRA: Ada Persekongkolan Lelang Rugikan Negara di PU Medan

Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat (LSM LIRA) Kota Medan, mensinyalir ada praktik persekongkolan dalam Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Pekerjaan Umum Medan, yang menyebabkan kerugian negara ratusan juta rupiah.

Dugaan persekongkolan vertikal dan horizontal tersebut, yakni Pekerjaan Pembetonan Drainase di Jalan Sikambing, Kelurahan Sekip, Kecamatan Medan Petisah, dengan Pagu Dana Rp 2,3 M.

“Berdasarkan penelusuran LSM LIRA terhadap sejumlah dokumen, laman situs LPSE Kota Medan, termasuk lapangan, diduga kuat telah terjadi persekongkolan yang melibatkan oknum di Dinas PU Medan dan rekanan”,ujar Walikota LSM LIRA Kota Medan, Drs Sam’an Lubis, Rabu (27/11/2019).

Pokja Pemilihan, ujar Sam’an, telah mengumumkan CV RURY ARISKA sebagai pemenang pekerjaan tersebut dengan penawaran Rp 1.890.227.283,32. Sebagai penawar terendah, CV RURY ARISKA telah lulus seluruh tahapan.

“Anehnya, setelah memenuhi undangan pembuktian kualifikasi, justru CV KARYA ABADI yang ditunjuk melaksanakan pekerjaan, dengan penawaran harga Rp 2.119.917.983,42”,paparnya.

Sam’an mengatakan, LSM LIRA sudah meminta konfirmasi terhadap CV RURY ARISKA, terkait kekalahan tersebut. Namun, pihak CV RURY ARISKA pun tidak mengetahui persis. Soalnya mereka juga telah melakukan pembuktian kualifikasi secara benar dan lengkap.

“Pihak CV ARISKA sudah mengadukan persoalan ini ke Inspektur Kota Medan. Namun, sejauh ini belum ada tanggapan. CV ARISKA hanya menerima panggilan telepon dari oknum-oknum tertentu, untuk tidak meributkan masalah ini”, jelasnya.

Hal lain yang menguatkan indikasi persekongkolan, adalah ketidakhadiran CV. MUTIARA INDAH PERSADA saat pembuktian kualifikasi. Padahal, perusahaan tersebut masih berada di wilayah Kota Medan. Bahkan harga penawaran mereka lebih baik daripada harga penawaran CV KARYA ABADI, yakni Rp2.017.562.022,84.

“Mengapa perusahaan tersebut tidak hadir. Ini tentu menjadi sesuatu yang mencurigakan. Mungkin saja mereka sengaja mengalah untuk memuluskan langkah CV KARYA ABADI mendapatkan pekerjaan”,ujar Sam’an Lubis lagi.

Kondisi seperti ini, semakin menguatkan indikasi adanya praktik mafia proyek di Dinas PU Kota Medan. “Setidaknya, negara dalam hal ini mengalami kerugian lebih dari Rp 200 juta, akibat dugaan persekongkolan ini”, ujarnya.

Persoalan ini juga semakin memperburuk citra Pemko Medan, sebagai salah satu tempat bersarangnya koruptor, jika Plt Wali Kota Akhyar Nasution tidak segera mengambil tindakan tegas. “LSM LIRA saat ini sedang mempersiapkan langkah-langkah untuk berkoordinasi dengan pihak Kepolisian”,ujar Sam’an.(***)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*