LIRA Minta Kejari Serius Tangani Kasus Lapangan Barashokai

Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat (LSM LIRA) meminta pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan, serius memproses kasus dugaan korupsi jual-beli lapangan Barashokai Medan.

“Kita minta Kejari serius menangani kasus ini. Apalagi kasus ini sudah menjadi perhatian publik secara luas, sehingga proses hukumnya harus benar-benar tuntas”,ujar Walikota LIRA Medan, Drs Sam’an Lubis, Selasa (24/9/2019).

Berdasarkan penelusuran LIRA Kota Medan, ujar Sam’an, memang terlihat beberapa kejanggalan. Salah satu kejanggalan tersebut, terkait HGU 01 yang menjadi induk HGU 00165 (lapangan Barashokai-red).

‘HGU 01 itu berlokasi di Jalan Puri, Medan. Bagaimana proses pemecahannya sehingga Wilson Chandra ataupun William Chandra bisa memiliki lapangan Barashokai, itu juga harus ditelusuri secara mendalam”,ujar Sam’an.

Kejanggalan lain, sambungnya, hibah lahan seluas 2.490 meter persegi, yang di atasnya berdiri Kantor Kecamatan Medan Area, Kantor Kelurahan Kotamatsum-I dan Kantor Urusan Agama Kecamatan Medan Area.

“Lahan tersebut merupakan satu hamparan dengan lahan Lapangan Barashokai. Lahan tersebut juga dikuasai William Chandra. Pertanyaanya, mengapa dokumennya satu ganti rugi, yang satu lagi hibah”,ujar Sam’an sembari mengatakan alas hak lahan 2.490 meter tersebut terkesan tidak jelas.

Lebih aneh lagi, sambungnya, salah satu yang menjadi alasan penetapan ganti rugi tersebut berdasarkan hasil konsultasi dengan PN Medan.”LIRA memperoleh keterangan lisan dari salah seorang pejabat, yang turut bertandatangan dalam surat ganti rugi tersebut”, sambungnya.

“Bukankah sebaiknya Pemko Medan berkonsultasi dengan pihak Kejaksaan, karena pihak Kejaksaan merupakan Pengacara Negara”, ujarnya.

Dalam APBD TA 2017, Pemko Medan menganggarkan belanja tanah untuk bangunan gedung sebesar Rp 123,8 miliar, dengan realisasi pada kisaran Rp 65,5 miliar. Belanja tanah untuk bangunan bukan gedung, sama sekali tidak dianggarkan. “Pertanyaan, bukankah pembelian Lapangan Barashokai untuk Ruang Terbuka Hijau? Nah, darimana sumber dananya ?”,tanya Sam’an lagi.

Sam’an menyampaikan, saat ini, pihaknya terus menelusuri berbagai hal terkait ganti rugi lapangan Barashokai. “Nantinya temuan-temuan tersebut kita serahkan ke Kejaksaan Negeri Medan, guna membantu proses hukumnya”,tutup Sam’an.(***)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*