LIRA Pertanyakan Proses Hukum Kutipan Kepala Sekolah SMPN Kota Medan

Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat ( DPD LSM LIRA) mempertanyakan proses hukum dugaan kutipan terhadap para Kepala Sekolah SMP Negeri di Medan, beberapa waktu lalu.

“Pada 16 Juni 2020, Subnit Tipikor Sat Reskrim Polrestabes Medan telah memulai penyeledikan terhadap kasus dugaan kutipan illegal, dengan meminta keterangan salah seorang oknum Kepala Sekolah SMPN, berinisial IRN. Namun, hingga saat ini, belum diketahui sampai sejauhmana proses hukum tersebut”, ujar Walikota DPD LSM LIRA Kota Medan, Drs Sam’an Lubis, Selasa (30/06/2020).

Subnit Tipikor Sat Reskrim Polrestabes Medan meminta keterangan IRN, lanjut Sam’an, karena yang bersangkutan diduga sebagai pihak pengumpul kutipan illegal untuk keperluan sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tingkat SMPN.

Berdasarkan informasi yang diperoleh LSM LIRA Kota Medan, kutipan terhadap masing-masing Kepala Sekolah tersebut sebesar Rp 2.350.000. “Peruntukannya, Rp. 2 juta untuk biaya sosialisasi aplikasi PPDB online dan Rp. 350 ribu untuk biaya pembuatan spanduk di depan sekolah”, ujar Sam’an Lubis.

Pasca pemberian keterangan di Polrestabes Medan, lanjut Sam’an, LIRA Kota Medan memperoleh informasi IRN telah mengembalikan uang pungutan tersebut kepada masing-masing kepala sekolah.

“Pengembalian dana ini, tentunya menjadi bukti memang benar terjadi adanya kutipan. Namun, pengembalian dana tersebut, tentunya tidak menghapus adanya dugaan tindak pidana. Berdasarkan hal itu pula, LIRA berharap penyidik melanjutkan proses hukum guna mengungkap aktor di balik kutipan yang diduga illegal ini”,ujarnya.

Memang, lanjut Sam’an, muncul dalih bahwa kutipan tersebut merupakan inisiatif para kepala sekolah untuk sosialisasi PPDB online di masing-masing sekolah, akibat ketiadaan anggaran untuk itu di dalam APBD Kota Medan TA 2020.

“Namun hal yang bertolakbelakang dengan dalih tersebut, jika memang sosialisasi PPBD online di masing-masing sekolah, mengapa harus dikumpulkan oleh satu orang? Ini mengindikasikan, adanya aktor di balik kutipan ini. Selain itu, apa hubungannya sosialisasi tersebut dengan kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kominfo Kota Medan?”,ujar Sam’an Lubis lagi.

Meskipun demikian, tambah Sam’an, DPD LSM LIRA Kota Medan meyakini pihak Polrestabes Medan tetap menindaklanjuti proses hukum terkait dugaan kutipan illegal ini. “Polrestabes Medan itu terdiri dari orang-orang profesional. Salah satu misi Polrestabes Medan adalah Menegakkan hukum secara profesional, objektif, proporsional, transparan dan akuntabel untuk menjamin kepastian hukum dan rasa keadilan”,ujarnya,(***)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*