MP3N Sumut: Usut Pengadaan Ternak Sapi Rp 34 M di Dinas Ketahanan Pangan

Proyek Sumut

Masyarakat Peduli Petani Peternak dan Nelayan (MP3N) Sumatera Utara (Sumut) meminta lembaga penyidik mengusut dugaan penyimpangan, belanja hibah barang yang akan diserahkan kepada masyarakat berupa Pengadaan Ternak Sapi.

“Patut diduga pengadaan ternak sapi dengan HPS (Harga Perkiraan Sendiri) sebesar Rp Rp 35.043.918.992 bermasalah dan banyak kejanggalan dalam proses lelangnya”,ujar Ketua MP3N, Ryan Akbar Nasution, Senin (30/12/2019).

Salah satu indikasi adanya permasalahan yakni, terjadinya perubahan jadwal tahapan yang sampai berulang-ulang. Kondisi ini mengindikasikan adanya upaya persekongkolan terhadap para pihak terkait, yang melibatkan UKPBJ, PPTK, PPK dan PA/KPA (Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran).

Selain itu, Ryan Akbarmenduga, PT Alfathi Berkah Mulia bukan merupakan perusahaan yang layak untuk memenangkan pekerjaan ini. “Perusahaan tersebut memenangkan lelang, dengan harga penawaran Rp 34.039.040.000”, ujarnya.



Berdasarkan penelusuran tim MP3N Sumut, lanjut Ryan Akbar, perusahaan yang berdiri pada tahun 2017 tersebut diduga tidak memiliki pengalaman sebagai penyedia barang berupa hewan ternak sebagaimana persyaratan dalam dokumen pengadaan tersebut.

“Berdasarkan pengumuman lelang, salah satu persyaratan adalah penyediaan barang pada divisi 02 paling kurang satu pekerjaan dalam kurun waktu satu tahun terakhir baik di lingkungan pemerintah maupun swasta, termasuk pengalaman subkontrak. Tim MP3M Sumut tidak menemukan pengangalaman PT Alfathi Berkah Mulia melaksanakan pekerjaan tersebut di lingkungan pemerintah. Mungkin pengalaman di lingkungan swasta. Namun apakah bisa dibuktikan?”, ujarnya.

Hal lain yang mencurigakan, lanjut Ryan Akbar, terkait persyaratan kandang penampungan, dengan luas kandang minimal 1.000 m2 (kapasitas ternak sebanyak 500 ekor). Selain itu, memiliki minimal 5 % ekor ternak sapi dari total pengadaan di kandang penampungan sesuai spesifikasi kuantitatif.

“Kuat dugaan, sesungguhnya PT Alfathi Berkah Mulia tidak memenuhi persyaratan tersebut dan hanya mengandalkan dukungan perusahaan lain. Seharusnya, panitia lelang tidak pantas memenangkan lelang, mengingat sebagian besar nominal pekerjaan bergantung kepada pihak lain”, ujarnya.

Bahkan, lanjutnya, panitia lelang sesungguhnya menunjukkan keraguan-raguan terhadap perusahaan pendukung. Hal ini terlihat dalam tahapan lelang, yang membutuhkan verifikasi berulang terhadap perusahaan pendukung.

Ryan Akbar juga mengungkapkan pihaknya ada menerima lisan, ada kelompok tani yang berasal dari Kabupaten/Kota yang mengeluhkan ternak lembu tidak sesuai spesifikasi. “Masih laporan lisan.Namun dalam beberapa hari ke depan, mudah-mudahan kami beroleh laporan kebenaran soal spesifikasi itu”, ujarnya.(***)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*