Muhri Fauzi Dukung Usulan Perda Subuh Berjamaah

Muhri Fauzi Hafiz

Wacana untuk membuat Perda (Peraturan Daerah) Subuh Berjamaah dan Maghrib Mengaji bagi penduduk Muslim di provinsi ini mendapat dukungan penuh Ketua Komisi A DPRD Sumut, Muhri Fauzi Hafiz.

“Usulan tersebut sangat baik dan patut mendapat apresiasi, sebagai upaya menjauhkan generasi muda dari segala bentuk kenakalan remaja, terutama Narkoba. Soalnya, pintu utama mengantisipasi perilaku negatif di tengah masyarakat adalah lingkungan”,ujar Muhri Fauzi, Rabu (03/04/2019).

Hanya saja, lanjut Caleg asal Dapil Binjai-Langkat ini, usulan tersebut harus melalui proses sejumlah tinjauan, naskah akademik serta dukungan masyarakat dan lembaga-lembaga masyarakat Muslim.

Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat ini juga menyebut, hal ini merupakan sebuah langkah yang berani. “Saya berharap hal ini mendapat dukungan dari masyarakat dan kelembagaan masyarakat Islam, tanpa harus mengusik nilai-nilai keberagamaan”, ujarnya.

Selain itu, Muhri Fauzi juga berharap Perda itu kelak, tidak bertentangan dengan landasan hukum yang ada di atasnya.”Tidak bertentangan dengan hukum yang ada serta menjaga dan menghormati nilai-nilai keberagamaan”, tambahnya.

Sebelumnya, usai menghadiri peringatan Isra Mi’raj 1440 H, di Lapangan Kompleks Taman Setia Budi Indah Jalan Setia Budi Medan, Senin malam (1/4), Wagubsu menyampaikan apresiasi, terkait usulan masyarakat tentang Perda Shubuh Berjamaah dan Maghrib Mengaji.

“Kalau itu juga kemauan masyarakat dan kita semua, kita akan berupaya mewujudkan. Ada keinginan dan semangat agar anak-anak muda sekarang gemar ke masjid, sebagaimana ulama dahulu yang gemar ke masjid.Sehingga dari anak anak muda itu kembali lahir ulama besar dari Sumatera Utara”, ujarnya.

Musa Rajekshah mengatakan, pihak pemerintah bersama DPRD Provinsi Sumatera Utara perlu duduk bersama untuk mewujudkan Perda Subuh Berjamaah dan Magrib Mengaji.

Sumatera Utara memang banyak melahirkan ulama tersohor di negeri ini. Misalnya, ulama Mandailing yang terkenal di Makkah dan bumi Melayu di Malaysia. Dia adalah Abdul Qadir bin Abdul Muthalib bin Hassan Al-Andunisi Al-Mandili Al-Makki Asy-Syafi’i atau dikenal dengan nama Syeikh Abdul Qadir Al Mandili.

Selain Syeikh Musthafa Husein Nasution Al Mandili, pendiri Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, banyak sosok ulama Mandailing yang menjadi kebanggaan Indonesia. Di antaranya Syeikh Junid Thala, Syeikh Abdul Qadir Bin Abdul Mutollib Al-Mandili, Syeikh Abdul Ghani, Syeikh Abdul Fattah (penyebar Islam di daerah Natal) dan masih banyak ulama besar lainnya.(***)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*