Muhri Fauzi: Nilai Assessment Rendah karena Posisi Pejabat tak Tepat

Ketua Komisi A DPRD Sumut Muhri Fauzi Hafiz mengatakan, Gubsu Edy Rahmayadi tidak perlu terlalu kecewa, terkait hasil assessment pejabat eselon II, yang banyak bernilai rendah. Apalagi, Pemprovsu baru pertama kali melakukan hal ini.

Banyaknya pejabat yang bernilai rendah, menurut Muhri Fauzi, bisa disebabkan banyak faktor. Misalnya, pejabat tersebut, memang tidak tepat berada di posisi sekarang, tapi tepat di tempat lain.

“Tujuan utama assessment adalah untuk mengetahui Sumber Daya Manusia (SDM), yang mempunyai peran sebagai penggerak utama dalam mewujudkan visi dan misi, tujuan organisasi Pemerintah”,ujar Muhri Fauzi, Jumat (22/02/2019).

Tujuan lainnya, menurutnya, untuk mengetahui apakah pejabat tersebut berada posisi yang tepat sebagai pelayan publik, guna mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa (good governance).

“Mungkin saja, pejabat yang bernilai rendah itu, memang berada pada posisi yang tidak tepat, tapi lebih pas pada posisi yang lain. Saya kira hal itu dapat terlihat dari hasil hasil uji assessment secara keseluruhan”, ujarnya.

Muhri Fauzi menambahkan, Gubsu tidak perlu mencari pejabat dari luar untuk mengisi posisi pejabat, yang memperoleh nilai rendah. “Hasil assessment, dapat menjadi acuan dimana sesungguhnya posisi tepat pejabat tersebut”, ujarnya.

Namun, lanjut Muhri Fauzi, jika hal tersebut tidak juga diperoleh, Gubsu dapat melakukan lelang jabatan, sehingga diharapkan dapat memperoleh hasil yang maksimal.

Terkait hasil assessment tersebut, Muhri Fauzi juga berharap, Gubsu melakukan evaluasi terhadap anggaran kegiatan Diklat, Bimtek dan sejenisnya. “Kegiatan-kegiatan tersebut terkesan tidak memberikan hasil optimal terhadap peningkatan SDM. Kalau hanya untuk hore-hore saja, buat apa dilaksanakan”, ujarnya.

Selain itu, Muhri Fauzi juga menyampaikan, Komisi A DPRD Sumut, berencana memanggil Sekdaprov Sumut, terkait hasil assessment tersebut. “Kita juga berharap, hasil assessment tersebut disampaikan kepada publik”, ujarnya.

Sebelumnya, Hasil assesment Pejabat eselon II yakni Kadis (kepala dinas), Kaban (kepala badan), asisten, staf ahli dan Kabiro (kepala biro) dari tim eksternal itu banyak mendapat nilai rendah.

Sumatera Utara, Edy Rahmayadi kecewa terhadap hasil assessment (penilaian).

“Agak bingung saya dengan hasil assessment ini, mau saya suruh ulangi ini assessment, kok rendah-rendah sekali hasilnya, saya tidak mau ngomong siapa yang rendah.
Kalau kita melakukan assessment ulang, berarti kita harus mengeluarkan dana lagi. Nanti saya pastikan dulu lah dengan Sekda untuk menentukan langkah selanjutnya,” kata Gubsu,” menjawab wartawan, Senin (18/2).(***)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*