Satu Tahun Edy Rahmayadi, Sudah Buat Apa ?

Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Sumatera Utara, menggelar kegiatan Diskusi Publik, yang bertajuk “Satu Tahun Edy Rahmayadi, Sudah Buat Apa?”.

Kegiatan ini berlangsung, di Cafe Kopi Kombur, Jalan SM Raja, besok (Senin, 29/07/2019).

Tampil sebagai narasumber, Ketua Badko HMI Sumut, M Alwi Hasbi Silalahi, Anggota DPRD Sumut Muhri Fauzi Hafiz dan Pengamat Sosial, Aulia Andri.

Muhri Fauzi Hafiz, yang memastikan hadir dalam kegiatan tersebut berharap, diskusi tersebut menghasilkan rekomendasi yang dapat menjadi masukan untuk Gubsu Edy Rahmayadi, terkait kebijakan-kebijakan pembangunan Sumut Bermartabat.

“Kita tahu, Edy Rahmayadi memiliki niat baik untuk membangun Sumut. Namun, niat baik tidak akan menghasilkan sesuatu yang baik, jika pelaksanaannya tidak baik. Itulah perlu mendapat perhatian rakyat Sumut”,ujar Muhri Fauzi yang juga Ketua Komisi A DPRD Sumut, Minggu (28/07/2019).

Pria yang kerap melontarkan kritik pedas terhadap kepemimpinan Edy Rahmayadi ini mengakui, merasa perlu melakukan hal tersebut demi kepentingan rakyat Sumut secara luas dan menyeluruh.

“Kritik perlu, agar kepemimpinan Edy Rahmayadi berjalan pada koridor yang sebenarnya, serta tidak melenceng dari RPJMD yang menjadi visi-misi mereka. Membiarkannya melenceng, sama artinya memberikan andil buruk terhadap rakyat Sumut”ujarnya.

Muhri Fauzi mengakui banyak hal yang disampaikan Edy Rahmayadi ke publik terkesan bersifat emosional. Akibatnya, perangkat di Pemprovsu “kelabakan” menjawab keinginan-keinginan tersebut ke dalam program pembangunan daerah.

“Misalnya, anggaran Pokja pengendalian banjir di Kota Medan, yang menelan biaya Rp 12 miliar lebih. Dalam APBD 2018 maupun APBD Perubahan tidak ada mata anggaran tersebut. Demikian juga dalam RAPBD 2019, sama sekali tidak ada pembahasan tersebut di DPRD Sumut. Sisi lain, Pokja sudah terbentuk dan sudah disampaikan kepada publik. Bukankan ini terkesan emosional belaka ?. Sementara, Pemprov Sumut sedang mengikat pinggang dengan cara merasionalisasi anggaran”,papar Muhri Fauzi.

Makanya, lanjut Muhri Fauzi, diskusi ini terasa penting, untuk memberikan masukan kepada Edy Rahmayadi bahwa niat baik harus dikerjakan dengan baik, untuk memberikan hasil yang baik.(***)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*