Soal Makar, Muhri Fauzi Minta Gubsu Undang Forkopimda

Ketua Komisi A DPRD Sumut, Muhri Fauzi Hafiz meminta Gubsu Edy Rahmayadi mengundang unsur pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), terkait penangkapan sejumlah warga dengan tuduhan melakukan makar.

“Undangan tersebut tentunya membicarakan persoalan kondusifitas di Sumut pasca Pemilu lalu, hingga persoalan terkait tersangka makar yang kini ditangani pihak Kepolisian”,ujar Muhri Fauzi, Kamis (30/05/2019).

Muhri Fauzi mengaku sedikit gerah dengan sikap Gubsu Edy Rahmayadi, yang kurang respon menyikapi persoalan kondusifitas Sumatera Utara.

“Sudah beberapa tersangka makar di Sumut, yang berarti diindikasikan kondusifitas provinsi ini sudah diragukan. Tapi, mengapa Gubsu kurang respon terhadap persoalan ini?”,ujarnya.

Padahal, menurut Muhri Fauzi, Gubsu Edy Rahmayadi merupakan sosok yang paling bertanggungjawab terhadap keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat, di Sumatera Utara.

“Merujuk Pasal 65 Undang undang No 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, salah satu tugas Kepala Daerah adalah memelihara keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat”,ujar politisi Demokrat ini.

Tanggungjawab yang dimiliki Gubsu sebagaimana amanat UU No 23/2014 itu, lanjut Muhri, mewajibkannya untuk mengundang pimpinan Forkopimda membahas persoalan keamanan, kententraman dan ketertiban masyarakat ke depannya.

“Memungkinkan saja, teman-teman para tersangka makar itu merasa tidak senang terhadap aparat, kemudian meluapkannya ke dalam aksi-aksi lainnya. Ini juga harus menjadi perhatian Gubsu Edy Rahmayadi”, ujarnya.

Di bawah koordinasi Gubsu Edy Rahmayadi, Forkompimda nantinya diharapkan mengeluarkan sikap bahwa Sumatera Utara aman dan terkendali. Sehingga, tidak ada alasan memperpanjang penahanan para tersangka makar itu.

“Saya yakin Gubsu Edy Rahmayadi bersedia menjadi penjamin para tersangka makar tersebut, sebagai bentuk sikap bahwa Sumut sesungguhnya aman-aman saja”, ujarnya.(***)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*