Pendidikan Sumut, Integritas di Tengah Kritik Pedas

“Dunia pendidikan sangat penting dalam kehidupan bangsa, tanpa pendidikan yang benar ibarat kita berjalan di kegelapan tanpa lampu”.

Kutipan ini merupakan ucapan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi dalam berbagai kesempatan, sebagai salah satu bentuk keseriusan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam upaya meningkatkan pendidikan.

Tekad memajukan pendidikan di Sumut, juga kerap menjadi bahan kampanye Pasangan ERAMAS (Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah), pada masa Pemilihan Gubernur Sumatera Utara, Juni 2018.

Memasuki masa setahun kepemimpinan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah, sejauh manakah implementasi tekad tersebut ? Kritik pastilah ada, bahkan kerap meluncur melalui berbagai media, termasuk juga media sosial.

Gubsu Edy Rahmayadi mengungkapkan rasa sayang sebagai orangtuanya untuk anaknya, kepada para siswa SMAN 1 Matauli, Tapanuli Tengah

Sesungguhnya, kritik merupakan bagian dari penganalisisan dan pengevaluasian sesuatu dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman, memperluas apresiasi, atau membantu memperbaiki pekerjaan.

Kritik pedas yang membuat kuping panas terhadap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Pendidikan Sumatera Utara, tentulah menjadi ‘santapan’ harian.

Namun benarkah Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Pendidikan, tidak memiliki terobosan untuk kepentingan pendidikan di daerah ini ?

Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah mengaku, dunia pendidikan memang merupakan salah satu program utama, yang menjadi visi-misi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Selain peningkatan mutu pendidikan, juga pemerataan fasilitas pendidikan di setiap daerah.

Wagubsu Musa Rajekshah, didampingi Kadis Pendidikan Sumut, Arsyad Lubis memimpin rapat koordinasi yang berkaitan dengan program dan pelayanan pendidikan di Sumatera Utara.

Hanya saja, menurut Musa Rajekshah, semua program kerja yang berkaitan dengan dunia pendidikan di Sumut, harus realistis dan harus sesuai dengan visi-misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut.

Hal penting lainnya terkait dunia pendidikan di Sumut, adalah pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). SDM terbentuk lewat pendidikan dan iklim pengetahuan yang baik.

“Apapun yang mau kita bangun, jika SDM-nya tidak siap, maka pembangunan tidak ada berjalan lancar,” ujarnya.

Dalam berbagai kesempatan Gubsu Edy Rahmayadi juga menyampaikan, program unggulan yang memiliki daya ungkit dalam pembangunan Sumut adalah bidang pendidikan.

“Sasaran bidang pendidikan diarahkan kepada peningkatan kualitas dan keterjangkauan layanan pendidikan dengan target tercapainya angka rata-rata lama sekolah 10,5 tahun,” ujarnya.

Upaya yang dilakukan melalui peningkatan kualitas dan kompetensi guru, penambahan gaji guru honorer, penyediaan ‘guru terbang’ dalam rangka pemenuhan kebutuhan guru di wilayah tertinggal, serta pemberian beasiswa bagi lulusan SMA berprestasi dari keluarga kurang mampu yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi.

Selain itu, Gubsu Edy Rahmayadi juga mengungkapkan, kerjasama dengan pemerintah pusat, kabupaten dan kota, partisipasi BUMN, BUMD, swasta dan masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kualitas sarana prasarana pendidikan SMA di kecamatan, sesuai dengan kebutuhan.

“Misalnya, pembangunan SMK yang relevan dengan kebutuhan dan potensi unggulan daerah antara lain di Pematangsiantar, Padangsidimpuan, Deliserdang, Simalungun, Batubara, Labuhanbatu Utara, dan wilayah kepulauan Nias”,ujar Gubsu Edy Rahmayadi.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Arsyad Lubis mengungkapkan, dalam upaya melakukan pelayanan pendidikan, Pemprov Sumut akan membangun 28 unit sekolah baru, yang terdiri atas 11 unit SMA dan 17 unit SMK. Pembangunannya berlangsung secara bertahap, mulai tahun 2019 – 2023.

“Saat ini jumlah SMA/SMK di Provinsi Sumatera Utara sebanyak 2.038 sekolah, yang berada di 434 kecamatan. Tetapi masih ada 28 kecamatan yang belum mempunyai SMA maupun SMK. Rencananya akan dibangun secara bertahap dari tahun 2019 sampai 2023, yang terdiri dari 11 unit sekolah baru SMA dan 17 unit sekolah baru SMK,” ujarnya.

Arsyad Lubis memaklumi banyaknya kritik terhadap kepemimpinannya di Dinas Pendidikan Sumut. Namun, dia menganggap hal tersebut merupakan hal yang wajar-wajar saja.

“Panduan Dinas Pendidikan Sumut, selain peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, salah satu hal penting adalah sesuai visi dan misi Gubsu serta Wagubsu, yang tertuang dalam Rencana Jangka Panjang dan Menengah Daerah (RPJMD)”, ujarnya.

Menanggapi persoalan dunia pendidikan di Sumut, Wakil Ketua Fraksi Demokrat DPRD Sumut, Muhri Fauzi Hafiz mengakui, terjadinya hal yang sangat signifikan sejak tiga tahun belakangan ini.

“Sejak tiga tahun belakangan ini, Dinas Pendidikan Sumut tidak hanya membangun sekolah saja tetapi juga juga melakukan pelayanan pendidikan berbasis elektronik. Misalnya, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online untuk jenjang SMAN dan SMKN. Soal ini, Dinas Pendidikan Sumut lah yang pertama sekali melakukannya di Indonesia,”ujar Muhri Fauzi.

Capaian yang cukup lumayan adalah, lonjakan peringkat raihan Olympiade Siswa Nasional (OSN). “Jika tahun-tahun sebelumnya berada, pada peringkat dua puluhan, tahun ini lompatannya cukup signifikan. Mencapai peringkat enam nasional. Artinya, sistem pendidikan semakin membaik”, ujarnya

Muhri Fauzi juga memberikan apresiasi terkait pelaksanaan program Elektronik-Rencana Kerja Anggaran Sekolah (E-RKAS) BOS Online, E-Kepsek (Penerimaan Kepala Sekolah Berbasis Elektronik) dan E-Rapor yaitu laporan hasil belajar peserta didik atau rapor berbasis elektronik.

“Beberapa indikator semakin membaiknya pendidikan Sumut adalah, sebagai provinsi urutan tiga besar siswa lulus SMPTN. Kemudian lahirnya Perda Pendidikan, yang memuat aturan fasilitas pendidikan bagi masyarakat. Semua itu layak mendapat apresiasi”, ujarnya.

Program dunia pendidikan Pemprov Sumut, menurut Muhri Fauzi Hafiz, telah berjalan pada arah yang benar. Konsistensi dalam tindakan-tindakan, nilai-nilai, metode-metode, ukuran-ukuran, prinsip-prinsip, ekspektasi-ekspektasi dan berbagai hal terkait dunia pendidikan di Sumut, semakin menunjukkan integritasnya.

“Integritasnya semakin.menebal. Hanya saja, untuk mendapatkan hasil ideal dan maksimal, memang membutuhkan proses. Tidak hanya semata-mata mengandalkan pemerintah saja, tetapi juga melibatkan semua pihak”, ujarnya.(***)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*